Review Album Memorandum – Perunggu: Pulang Ngantor Lanjut Nge-Band?



Source: https://images.app.goo.gl/hPeq9\

Halo, Bestie Loki!
Kalau lo pada lagi  musik indo yang membawakan lagunya ala-ala Band Death Cab for Cutie atau genre musik emo tahun 2000-an yang ngga cuma berisik tapi enak di kuping, album Memorandum dari Perunggu ini harus banget kalian dengerin. Perunggu sendiri adalah band indie rock/alternative rock asal Jakarta yang memulai karir sejak 2019. Uniknya, mereka dijuluki “Band Rock Pulang Kantor” karena semua personelnya memiliki pekerjaan tetap di luar musik. Jadi bisa dibilang, musik mereka ini terbit dari 3 personel yang kalau pulang kerja bingung mau ngapain dan karena sama-sama hobi nyanyi dan bisa main alat musik juga, mereka memutuskan untuk membuat band kecil-kecilan yang diberi nama Perunggu.

Ngomongin Memorandum, Sebenarnya Ini Album Tentang Apa, Sih?
Album debut ini dirilis Maret 2022 dan isinya bukan sekadar lagu-lagu buat ngisi waktu kosong. Memorandum lebih kayak catatan perjalanan hidup, semacam buku harian manusia-manusia urban yang lagi ngalamin krisis kehidupan kuartal dan berusaha berdamai sama hidupnya. Lirik-liriknya puitis, tapi tetap membumi. Nggak ribet dan nggak teriak-teriak doang, jadi gampang banget bikin pendengarnya merasa, “Wah, ini gue banget.”

Tema-tema yang diangkat juga berhubungan parah. Mulai dari soal mimpi yang belum sampai, realita kerja kantoran, hubungan asmara yang rumit dan ngga ada habisnya, sesibuk apapun harus tetap ingat Tuhan, mengorbankan keluarga, sampai perasaan hampa yang terkadang datang tanpa izin, apalagi jam-jam rawan saat malam hari sebelum tidur. Intinya, ini adalah soundtrack hidup anak-anak 20-an sampai awal 30-an yang lagi belajar jadi dewasa tuh kayak gimana sih di tengah-tengah kota yang sibuk tanpa jeda sekaligus.

Proses di Balik Layar yang Nggak Gampang, Tapi Penuh Tekad
Kerennya lagi, proses pembuatan album ini juga punya cerita sendiri. Mereka mulai ngerjain dari awal tahun 2020, tapi ya tau sendiri, pandemi datang dan bikin semua susah jadi. Salah satu personelnya bahkan sedang kuliah di Inggris waktu itu. Tapi namanya juga sudah niat, otomatis bakal ada terus semangat buat bikin albumnya, demo lagu tetap dikirim lewat internet, diskusi jalan terus, dan rekaman dilakukan secara terpisah. Hasil akhirnya? Mereka sukses melahirkan album solid yang terasa jujur ​​​​dan matang. Salut banget sama tekad dan konsistensinya.

Berisi Lagu-Lagu yang Bikin Baper dan Kadang Bikin Mikir 
Album ini berisi 11 lagu dengan warna dan cerita yang beragam. Lagu pembuka “Ini Abadi” cocok banget buat kamu yang lagi merjuangin hubungan jarak jauh agar terus berjalan. Ada juga “Kalibata, 2012” yang ngasih gambaran seorang anak yang melihat perjuangan Ayahnya. Terus, lagu penutup “33x” yang berdurasi hampir 7 menit, nyentuh banget karena bahas hubungan manusia sama Tuhan, tapi dibawain dengan cara yang sangat pribadi dan membuat kita hanya di dalamnya.

Lagu lain kayak “Tarung Bebas” cocok buat kamu yang lagi kesel dan pengen 'teriak' lewat musik. Sementara “Canggih!”, “Pastikan Riuh Akhiri Malammu”, dan “Biang Lara” utama di ranah cinta, kritik sosial, dan mengecewakan, tapi dibalut dengan musik yang tidak bikin capek kepala dan bikin hangat di hati.

Musik yang Rapi, Tapi Tetap Punya Jiwa
Soal gaya musik, Perunggu utama di ranah rock alternatif dengan sentuhan indie rock yang tidak ribet tapi tetap punya kekuatan. Gitar-gitaran yang berulang dan khas, ditambah suara vokalis Maul Ibrahim yang hangat dan ekspresif, membuat lagu-lagu mereka mudah dikenal. Produksinya pun tidak asal-asalan. Mereka kerja bersama Dennis Ferdinand dan Giovanni Rahmadeva membuat ngulik detail tiap lagu, dan itu terasa banget pas dengerin keseluruhan album.

Kenapa Album Ini Layak Didengerin?
Karena Memorandum bukan hanya soal musik. Ini lebih ke kumpulan cerita dan rasa yang berhasil dibungkus rapi dalam 11 track. Buat kamu yang lagi ngerasa lelah, bingung, atau cuma pengen dengerin sesuatu yang bisa “ngobrol” sama isi hati, album ini bisa jadi teman yang pas.

Nggak heran sih banyak yang nyebut ini sebagai salah satu album indie terbaik dari Indonesia di tahun 2022. Bukan karena hype semata, tapi karena memang berkualitas dan menyentuh secara emosional.

Kalau kamu lagi butuh teman perjalanan pulang kantor, atau pengen musik yang bisa nemenin mikir di malam hari, Memorandum dari Perunggu harus banget masuk playlist kamu. Album ini berhasil menyuarakan keresahan banyak orang dengan cara yang tulus dan penuh rasa.

Selamat mendengarkan!


Penulis: Reza Amalia Putri 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Album Agterplaas – The Adams: Ngapain Move On? Nostalgia Dulu Lah!

Soft Life di Tengah Kerja Keras: Gimana Caranya Tetap Waras?